Tutorial Uji Heteroskedastisitas
dengan Glejser SPSS | Selamat malam bapak-bapak, ibu-ibu, temen-temen semua yang
sedang bersibuk-sibuk ria mengerjakan skirpsi, tesis, maupun tugas lainnya.
Setelah seblumnya saya membahas mengenai Uji
Multikolonieritas dengan Melihat Nilai Tolerance dan VIF SPSS,
saatnya kita lanjut ke latihan SPSS tahap berikutnya yakni Tutorial Uji
Heteroskedastisitas dengan Glejser SPSS
Sebelum saya mulai pada tutorialnya, sobat harus tahu terlebih dahulu tujuan
dari Uji Heteroskedastisitas. Uji ini pada dasarnya bertujuan untuk menguji
apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu
pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan
ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan berbeda disebut
Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi
heteroskedastisitas.
Seperti yang pernah saya ungkapkan berulang-ulang dalam artikel-artikel yang
lalu, bahwa setiap uji dalam statistik pasti mempuyai dasar pengambilan
keputusan yang berguna untuk menentukan sebuah kesimpulan. Dasar pengambilan
keputusan pada Uji Heteroskedastisitas yakni :
- Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, kesimpulannya
adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.
- Jika nilai nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05,
kesimpulannya adalah terjadi heteroskedastisitas.
Dalam judul artikel tutorial ini, Uji Heteroskedastisitas
dilakukan dengan Uji Glejser maksudnya adalah Glejser ini mengusulkan untuk
meregres nilai absolute residual terhadap variabel independen dengan persamaan
regresi : |Ut| =a + BXt + vt
Agar lebih jelas, selanjutnya kita masuk saja kebagian praktek yakni
langkah-langkah melakukan Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser SPSS versi 21.
Namun sebelumnya, perlu saya informasikan bahwa data yang saya uji disini
adalah data Motivasi (X1), Minat (X2), dan Prestasi (Y). Adapun data yang saya
maksud dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

1. Setelah data yang ingin di uji sudah dipersiapkan, selanjutnya buka program
SPSS, lalu seperti biasa, klik Variable View, Selanjutnya, pada bagian Name tulis
saja X1, X2 dan Y, pada Decimals ubah semua menjadi angka 0, pada bagian Label tuliskan
Motivasi, Minat ,dam Prestasi, abaikan yang lainnnya.

2. Setelah itu, klik Data View, dan masukkan data Motivasi (X1), Minat (X2) dan
Prestasi (Y) yang sudah dipersiapkan tadi, bisa dengan cara copy-paste.
3. Langkah selanjunya, saya akan membuat variabel tersebut dalam bentukunstandardized
residual, caranya : dari menu SPSS pilih Analyze, lalu klikRegression,
selanjutnya klik Linear
4. Kemudian, muncul kotak dialog dengan nama Linear Regression, maka masukkan
variabel Prestasi (Y) ke Dependent, masukkan variabel Motivasi (X1) dan Minat (X2) ke Independent
(s), laku klik Save
5. Muncul dialog dengan nama Linear Regression : Save, selanjutnya pada bagian Residul,
centang (V) Unstandardized (abaikan kolom yang lain), lalu klikContinue
6. Lalu klik OK, abaikan saja ada output SPSS yang muncul, lihat di
bagian Data View maka akan muncul variabel baru dengan nama RES_1
7. Selanjutnya saya akan membuat variabel RES2, caranya :dari menu utama SPSS
pilih Transform, lalu Compute Variable :
pada kotak "Target Variable" Isi dengan RES2. Pada kotak "Numeric
Expression" ketikkan rumus: "ABS_RES(RES_1)"
8. Kemudian klik OK, abaikan saja ada outpur SPSS yang muncul, lihat di
bagianData View maka akan muncul variabel baru dengan nama RES2
9. Sampai disini sudah bisakan, oke kita saya lanjutkan ke langkah berikutnya :
dari menu utama SPSS pilih Analyze, kemudian pilih Regression, lalu klik Linear
10. Kemudian muncul kotak dialog dengan nama Linear Regression, lalu keluarkan
dulu variabel Prestasi (Y) yang terdapat pada Dependent dan
ganti dengan variabel RES2, lalu klik Save
11. Mucul kotak dengan nama Linear Regression : Save, selanjutnya pada bagian Residul,
hilangkan tanda centang (V) Unstandardized (abaikan kolom yang lain), lalu klik Continue
12. Langkah yang terakhir adalah klik Ok untuk mengakhiri perintah, maka kita
sudah bisa melihat Outputnya, tinggal kita interprestasikan saja.
Interprestasi :
Berdasarkan output di atas diketahui bahwa nilai signifikasi variabel Motivasi
(X1) sebesar 0,004 lebih kecil dari 0,05, artinya terjadi heteroskedastisitas
pada variabel Motivasi (X1). Sementara itu, diketahui nilai signifikasi
variabel Minat (X2) yakni 0,009 lebih kecil dari 0,05, antinya terjadi
heteroskedastisitas pada variabel Minat (X2)