makalah pendidikan ekonomi, klik disini
Category
- cinta (12)
- kajian agama (2)
- kenangan (3)
- kumpulan proposal (4)
- kumpulan sekripsi (5)
- Motivasi (11)
- Opini (5)
- organisasi (1)
- Pendidikan (55)
- Perhitungan SPSS (7)
- Religius (6)
- Sang Pemimpi (1)
- usaha (3)
- ykmm (1)
Pengikut
Feedjit
Diberdayakan oleh Blogger.
Jumat, 11 November 2011
“Perancangan Program Penguji Subtanif terhadap Berbagai Unsur Neraca (Kas, Piutang dan Persediaan)”
Diposting oleh
my blogger
di
05.12
0
komentar
Label: Pendidikan
Selasa, 08 November 2011
Kriteria Generasi Muda Islam
Kriteria Generasi Muda Islam
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tidak bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia dipertanyakan tentang 4 perkara; tentang usianya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa dipergunakan, tentang hartanya dari mana didapat dan untuk apa dinafkahkan, dan tentang ilmunya untuk apa diamalkan.”
[Riwayat al-Baihaqi dan selainnya dari Mu'adz bin Jabal radhiallahu Anhu]
Begitulah keadaan setiap anak Adam di hari akhirat kelak. Tidak akan ada seorang pun yang akan mempunyai kuasa bahkan ke atas dirinya sendiri. Setiap anak Adam hanya menunggu dan menanti keputusan Allah s.w.t. Pemilik Hari Pengakhiran.
Namun antara satu aspek penting yang dapat kita pelajari dari hadis di atas adalah penekanan yang Rasulullah s.a.w. berikan pada usia setiap anak Adam. Rasulullah s.a.w. mengulang kembali isi tentang usia dengan merincikan ia kepada masa muda bagi anak Adam, untuk apa ia dipergunakan. Tidak dapat tidak, amat perlu untuk kita menilai kembali kepentingan dan signifikasi masa muda setiap anak Adam selain dari sekadar usianya kesuluruhan.
Sepanjang sejarah manusia, sememangnya pemuda tidak dapat diasingkan dari kejadian yang menakjubkan dan yang memberi kesan kepada ketamadunan kita. Merungkai kembali peranan pemuda dalam sirah islam, kita menemukan banyak sekali catatan yang termaktub tentang mereka. Ciri-ciri mereka dalam sejarah diceritakan dalam Al-Quran yang tiada keraguan dalamnya.
1- Keyakinan dan keberanian yang mantap
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. dan Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. (Surah Yunus :83)
Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita Ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.( Surah al-Kahfi : 13 )
Maka sememangnya pemudalah yang mempunyai keyakinan dan keberanian yang tinggi. Kendatipun mereka menyedari bahawa fir’aun akan menyiksa mereka, namun mereka tetap beriman dengan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Musa a.s. Begitu juga kisah pemuda penghuni gua yang melarikan diri demi berpegang teguh dengan akidah yang benar.
Dalam sejarah dunia secara umumnya sekalipun, kita dapat memerhatikan bahawa sifat ini adalah fitrah mereka. Revolusi dan perubahan yang berlaku dalam kancah pemikiran dan konflik ketamadunan dunia baik barat mahupun timur seringkali dihiasi dengan pemuda dan merekalah yang menjadi tonggak dalam satu-satu perjuangan.
Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala Ini yang bernama Ibrahim “.(Surah Al-Anbiya’ : 60 )
Begitulah pula seperti yang ditunjukkan Nabi Ibrahim a.s. yang mempunyai keimanan yang teguh bahawa tuhan tidak mungkin dari berhala yang tidak mampu berbuat apa-apa, lantas ia mencela kebatilan di hadapan masyarakatnya. Dalam apa jua keadaan, keimanan dan keyakinan ini diterjemahkan dengan jelas dalam perbuatan mereka, dan pemuda tidak sekali-kali layak untuk menjadi bacul dalam menghadapi kebatilan.
2- Memiliki kesabaran dan ketaatan yang benar
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (Surah As-Shaffat : 102)
Nabi Ismail a.s. mengajar kepada para pemuda yang benar agar bersabar dan taat pada kebenaran. Ia tidak langsung ragu pada perintah yang diterima oleh ayahnya, Nabi Ibrahim a.s. sekalipun isu yang dibawa terkait dengan nyawanya sendiri.
Di sini perlu kita jelas dengan garis pemisah yang ditunjukkan dalam kisah Nabi Ismail ini bahawa kesabaran dan ketaatan yang dicurahkan adalah demi yang diperintahkan oleh Allah yang Maha Benar. Kesabaran dan ketaatan itu tidak diberikan kepada yang mengingkari al-Khaliq, seperti dalam sebuah hadith riwayat Imam Bukhari,
Dari Ali,
Rasulullah s.a.w. menghantar satu pasukan tentera dan melantik di antara mereka seorang ketua. Lelaki yang menjadi ketua itu membuat unggun api dan kemudiannya berkata kepada pengikutnya, “Masuklah ke dalamnya(api).”. Sebahagian dari mereka ingin masuk kerana taat, sedangkan yang lain berkata, “Kami telah lari darinya(kami masuk ke dalam islam untuk menjauhi dari api neraka .” Setelah pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah s.a.w. dan tentang adanya mereka yang ingin terjun ke dalam api itu, lantas Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jika mereka masuk ke dalamnya(api), maka mereka akan kekal di dalamnya sehingga Hari Kiamat.” Kemudian baginda menyambung, “Tiada ketaatan dalam kemungkaran, ketaatan hanya pada yang baik.” (Hadith 363, Bab 91, Jilid 9).
Dalam tekanan yang diterima oleh pemuda islam sekarang yang berlaku secara halus dalam mereka berusaha untuk beramal dengan islam yang benar, hendaklah terus menerus kita bersabar dan taat pada perintah Allah s.w.t. sepertimana yang dipaparkan oleh Nabi Ismail a.s. Bukan ruang untuk kita mengambil jalan berputus asa kerana pemuda-pemudi muslim yang sebenar tidak pernah diajar jalan kelemahan dan putus harapan. Tidak sekali-kali !.
3- Taqwa, berakhlaq mulia dan adil
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku Telah memperlakukan Aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.( Surah Yusuf : 23)
Ini merupakan sebuah lagi kisah yang digambarkan oleh al-Quran tentang sifat pemuda yang dipercayai dan dimuliakan oleh Allah s.w.t. Pertamanya sifat taqwa yang tinggi dan sempurna kerana kemampuan pemuda dengan jiwa kuat dan sedar. Pemuda yang dimuliakan oleh Allah adalah yang bertaqwa dan mempunyai akhlaq yang mulia.
Inilah sifat-sifat asasi pemuda yang bermakna kepada sejarah manusia. Tindakan mereka adalah untuk keredhaan Allah s.w.t.dan mereka berlaku adil dalam setiap perkara. Inilah juga merupakan manifestasi kepada keimanan dan keberanian yang tinggi. Jika dinilai dari godaan yang diuji ke atas Nabi Yusuf, a.s., pastinya amat sedikit dan barangkali tiada seorang pun yang akan tegar menolak godaan dan pujukan wanita tersebut. Namun begitulah Allah mahu mendidik generasi pemuda yang mendatang melalui contoh tauladan yang baik dari kisah pemuda terdahulu.
Generasi pemuda di zaman Nabi Muhammad s.a.w.
Sekiranya para pemuda sekalian masih mampu berdalih dengan sifat yang dipaparkan oleh golongan anbiya’, maka lihatlah kembali pada generasi para sahabat yang berjuang bersama Nabi s.a.w. dan mereka merupakan entiti yang bernilai tinggi dalam sejarah manusia. Mereka ini bukanlah para nabi atau rasul, mereka hanyalah manusia biasa, namun mereka tetap mampu untuk berdiri teguh pada kebenaran.
Jelasnya mereka sekali lagi memaparkan ciri-ciri pemuda yang sebenar. Inilah kriteria yang menjadikan pemuda-pemudi sekalian bernilai dan dikira sebagai satu entiti dalam jasad ummah.
Bukanlah angan-angan, ya syabab ! Ini adalah realiti.
Bahkan Ibn Abbas berpendapat bahawa rasul-rasul dan orang-orang yang dikurniai ilmu adalah dari kalangan pemuda. Dan ini adalah pendapat yang disokong bukti dari al-Quran, as-sunnah dan dari sejarah umat ini sendiri.
Diposting oleh
my blogger
di
11.09
0
komentar
Label: Opini
puisi untuk sayangku
Sayangku,
kenalilah musim hujan yang basah
dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
di sepanjang hari dalam dua belas purnama
karena cintaku bersemi di dua musim
kenalilah gelisah angin di antara buluh-buluh bambu
yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
yang menggemerisik di antara sunyi
karena ada bisikan tentang gelisahku
ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni
ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya
merah membara dan kadang-kadang lembayung
kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku
sayangku,
malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa
Diposting oleh
my blogger
di
00.58
0
komentar
Label: cinta
Sang Pemimpin Sejati
Sang Pemimpin Sejati
Pemimpin sejati sadar akan jalan pintas yang bisa menyesatkan dirinya kedalam jurang kematian.
Pemimpin sejati adalah simbol gerak tanpa henti untuk membimbing orang - orang menuju kemakmuran, kebahagian, kesehatan.Pemimpin sejati adalah seorang guru dan sekaligus seorang murid yang rajin.
Pemimpin sejati adalah seorang yang memimpin orang - orang untuk mendapatkan kemenangan hidup.
Pemimpin sejati sadar akan nilai kepemimpinan yang abadi adalah nilai yang menciptakan kebahagian dan kenyamanan hidup buat semua kehidupan.Pemimpin sejati sadar untuk menyimpan kata - kata yang menyakitkan hati orang, dan menghamburkan kata - kata yang memberi semangat dan motivasi bagi gerak kehidupan
Pemimpin sejati sadar bahwa dia ada karena perbuatan dan kata - kata yang dia pertunjukan.
Pemimpin sejati sadar bahwa dia adalah batas zaman, dan waktu dia tidak terbatas untuk berbuat segala kebaikan buat kehidupan.
Pemimpin sejati adalah penunjuk cara hidup yang seimbang dalam menemukan makna kehidupan sejati.Pemimpin sejati sadar bahwa kehidupan manusia merupakan rangkaian karakter - karakter unik dengan beragam warna seperti bunga - bunga liar yang tumbuh subur di hutan terlarang.
Pemimpin sejati sadar bahwa pikiran, perbuatan, dan kata - kata nya akan hidup di hati dan pikiran manusia selama semua itu menyiramkan cinta dan kebaikan.
Pemimpin sejati sadar bahwa keabadian adalah milik waktu dan bukan miliki penghuninya.
Diposting oleh
my blogger
di
00.51
0
komentar
Label: Motivasi
7 Langkah Menuju Kemenangan (7Up)
7 Langkah Menuju Kemenangan (7Up)
Terkadang masalah berdatangan silih berganti dalam hidup kita. bahkan terkadang sekalipun Tuhan ijinkan masalah yang satu belum selesai, masalah lain sudah mulai memasuki hidup kita..So ….. I can’t do anything… But with God, I can do all things: 7 kata “UP” untuk sukses
1. WAKE UP (bangun).
Tidak peduli berapa kali kita gagal, tapi jika kita lebih banyak bangun dan memulai lagi, kita akan sukses.
2. DRESS UP (berhias).
Kecantikan dari dlm jauh lebih penting daripada sekedar hiasan luar yang sementara. Miliki mentalitas berkelimpahan, hasil dari suatu harga diri dan rasa aman yang dalam. Ini akan menghasilkan kesediaan untuk berbagi pernghormatan, keuntungan, dan tanggung jawab.
3. SHUT UP (berhenti bicara).
Berhentilah bicara tentang kesuksesan masa lalu, sudah saatnya fokus’kan diri untuk kesuksesan masa depan.
4. STAND UP (berdiri).
Berdirilah teguh pada keyakinan awal bahwa kita pasti berhasil.
5. LOOK UP (pandanglah).
Saat peresmian Disney Land, seorg wartawan bertanya pada istri almarhum Walt Disney “bagaimana perasaan bapak kalo lihat impian’nya telah jadi kenyataan dgn dibuka’nya Disney Land ini?” Istri Walt Disney menjawab “Ia telah melihat ini semua terjadi jauh sebelum proyek ini terbentuk”. Lihatlah semua impian kita dalam imajinasi kita seakan-akan semuanya telah terjadi.
6. REACH UP (Capailah).
Capailah sesuatu yang lebih tinggi dari prestasi sebelumnya karena itu menandakan bahwa kita memang bertumbuh.
7. LIFT UP (Naikkan).
Naikkan semua impian kita dalam bentuk doa dan ucapan syukur seakan-akan semua telah terjadi dan sudah diberikan oleh Tuhan.
Satu hal lagi kita harus percaya bahwa “Bersama Tuhan (Allah) kita cakap lakukan perkara-perkara yang besar dan Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya”.
Diposting oleh
my blogger
di
00.43
0
komentar
Label: Motivasi
Minggu, 06 November 2011
pemuda adalah para pengukir sejarah untuk bangsa ini, khususnya untuk daerahnya
Peran generasi muda atau pemuda dalam konteks perjuangan dan pembangunan dalam kancah sejarah kebangsaan Indonesia sangatlah dominan dan memegang peranan sentral, baik perjuangan yang dilakukan secara fisik maupun diplomasi, perjuangan melalui organisasi sosial dan politik serta melalui kegiatan-kegiatan intelektual.
Masa revolusi fisik dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan adalah ladang bagi tumbuh suburnya heroisme pemuda atau generasi muda yang melahirkan semangat patriotisme dan nasionalisme.
Pemuda atau generasi muda yang hidup dalam nuansa dan suasana pergolakan kemerdekaan dan perjuangan akan cenderung memiliki kreativitas tinggi dan keunggulan untuk melakukan perubahan atas berbagai kerumitan dan masalah yang dihadapi, akan tetapi bagi para pemuda atau generasi muda yang hidup dalam nuansa nyaman, aman dan tentram seperti kondisi sekarang, cenderung apatis, tidak banyak berbuat dan hanya berusaha mempertahankan situasi yang ada tanpa usaha dan kerja keras melakukan perubahan yang lebih baik dan produktif atau bahkan cenderung tidak kreatif sama sekali.
Generasi muda memiliki posisi yang penting dan strategis karena menjadi poros bagi punah atau tidaknya sebuah negara, Benjamine Fine dalam bukunya 1.000.000 Deliquents, mengatakan "a generation who will one day become our national leader".
Generasi muda adalah pelurus dan pewaris bangsa dan negara ini, baik buruknya bangsa kedepan tergantung kepada bagaimana generasi mudanya, apakah generasi mudanya memiliki kepribadian yang kokoh, memiliki semangat nasionalisme dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya (nation and character), apakah generasi mudanya memiliki dan menguasai pengetahuan dan tekhnologi untuk bersaing dengan bangsa lain dalam tataran global dan tergantung pula kepada apakah generasi mudanya berfikir positif untuk berkreasi yang akan melahirkan karya - karya nyata yang monumental dan membawa pengaruh dan perubahan yang besar bagi kemajuan bangsa dan negaranya.
Generasi muda adalah orang yang membuat sejarah (People Makes History)
Peran dan perjuangan pemuda Indonesia dirintis dan dimulai dari berdirinya Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia yang kemudian menjadi Perhimpunan Indonesia pada tahun 1908. Organisasi pemuda, pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda ini kemudian menerbitkan Koran Indonesia Merdeka. Dalam terbitannya yang pertama koran ini menyatakan tentang kemauan besar bangsa Indonesia untuk merebut kembali hak-hak dan menetapkan kedudukan atau keyakinan di tengah-tengah dunia, yaitu sebuah Indonesia yang merdeka.
Selanjutnya semangat nasionalisme dan patriotisme tersebut mulai merambah ke Indonesia dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang kemudian diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional, kemudian berdiri pula Organisasi Sarikat Islam (SI) pada tanggal 10 September 1912.
Semangat nasionalisme dan patriotisme tersebut kemudian dipertegas dengan Sumpah Pemuda yang merupakan sumpah setia para pemuda pada saat Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia dalam Kongres Pemuda II yang dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 yaitu tentang pengakuan generasi muda indonesia untuk bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia, berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia dan menjunjung Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia.
Sebelumnya pada rapat pertama, Sabtu, tanggal 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara kemudian dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.
Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Militansi dan peran pemuda selanjutnya terlihat menjelang proklamasi kemerdekaan yaitu dalam Peristiwa Rengas Dengklok berupa "penculikan" yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Adam Malik dan Chaerul Saleh dari Menteng 31 terhadap Soekarno dan Hatta.
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30 WIB. Soekarno dan Hatta dibawa atau lebih tepatnya diamankan ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi, sampai kemudian terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Akhmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.
Pada saat mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda peran pemuda yang tergabung dalam API, barisan pemuda pelopor dan laskar laskar perlawanan rakyat sangat jelas sekali. Peristiwa 10 November Surabaya, Bandung Lautan Api, adalah bukti pengorbanan pemuda atau generasi muda bagi bangsa dan negara.
Memaknai peristiwa sejarah sebagai sumber edukasi dan inspirasi
Experience is the best teacher. Jadi terminologi "belajar dari sejarah" bukahlah hal yang sepele, justru sebaliknya lewat sejarah itulah identitas seorang warga negara diperkokoh. Mengambil makna edukasi dan inspirasi dari peristiwa-peristiwa sejarah besar (great historical events) di atas tidak sebatas diperingati dalam upacara seremonial sambil mengenang jasa para pemuda Indonesia.
Lebih jauh para pemuda atau generasi muda saat ini haruslah mengambil makna mendalam dan menemukan inspirasi dan edukasi atas peristiwa bersejarah itu. Sejarah akan terus berulang untuk masa dan pelaku sejarah yang berbeda.
Pemuda atau generasi muda saat ini mempunyai potensi besar mengulang sejarah yang lebih besar dan monumental. Perjuangan merintis kemerdekaan, Proklamasi kemerdekaan, satunya Indonesia sebagai sebuah nation atau bangsa, bukanlah sekedar ikrar, tetapi harus jauh merayapi setiap nurani generasi muda dan rakyat Indonesia untuk kemudian melahirkan gerakan yang nyata bagi perwujudan untuk mencapai tujuan negara yaitu melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Masa untuk mencapai tujuan negara telah beberapa tahapan dilalui, mulai dari masa orde lama, orde baru bahkan sekarang bangsa Indonesia memasuki era reformasi.
Sejak bergulirnya reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan Bulan Mei tahun 1998 yang ditandai dengan adanya pergantian rezim orde baru dengan orde reformasi, belum banyak terjadi perubahan-perubahan mendasar dan menyeluruh di segala aspek dan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Orde reformasi yang menggantikan orde baru dan diharapkan dapat membawa perubahan besar atau lompatan besar menuju Indonesia Baru untuk menggantikan Indonesia Lama (Orde Baru) yang dipandang sebagai masa yang penuh dengan kekurangan (deficiencies) dan berbagai macam penyakit sosial (social ills), tampaknya masih jauh dari harapan.
Masa-masa sulit diawal reformasi yang dijalankan tampaknya belum mampu untuk mewujudkan Indonesia Baru yang diharapkan. Masa-masa awal reformasi justru penuh dengan situasi yang penuh dengan ketidakpastian, tidak dihormatinya hukum dan keadilan (law and order).
Harapan dan tuntutan masyarakat terutama kalangan pemuda dan mahasiswa yang dikenal dengan agenda reformasi hingga saat ini hampir dikatakan tidak berjalan atau dapat dikatakan berjalan di tempat. Perubahan yang terjadi tampak dirasakan hanya pada bidang demokrasi, yang dalam prakteknya malah cenderung kepada demokrasi keterlaluan dan berlebihan (too much democracy).
Pada level bangsa (nation) kita jauh dari ketentraman (in order), malah cenderung tidak aman (dis order). Penyakit masyarakat (social ills) dan ketidakpastian hukum cenderung meningkat kemudian harga diri bangsa dimata dunia saat ini malah semakin terpuruk dan ada kecenderungan, bangsa ini hampir kehilangan kebanggaan dan identitas (jatidiri) sebagai bangsa Indonesia (having no pride as Indonesian).
Bangsa seolah-olah saling menyalahkan dan membuka aib sendiri, bagaikan membuka kotak pandora (pandora box). Kemudian tak dapat dinafikan, bahwa kemiskinan dan pengangguran meningkat, investasi dan pertumbuhan ekonomi menurun ditengah dominasi asing, kekerasan dan kesemrawutan berbagai kota, berbagai bencana melanda, ditingkahi lakon elit politik yang jauh dari harapan rakyat.
Permasalahan-permasalahan bangsa semakin rumit dan semakin tidak beradab, amuk masa, tawuran, kerusuhan sosial dan konflik horizontal di daerah menjadi pemandangan yang mencengangkan. Berbagai konflik kepentingan antara pusat dan daerahpun ikut meramaikan kondisi bangsa dan cenderung ke arah disintegrasi bangsa. Kemudian lebih menyedihkan lagi bangsa semakin diperparah dengan berbagai bencana dan musibah di berbagai pelosok penjuru nusantara serta ancaman akan kehilangan generasi (lost generation) akibat penyalahgunaan narkoba.
Seharusnya disaat kita sedang memulai pembangunan Indonesia baru yang ditandai dengan perubahan-perubahan yang drastis, cepat dan berjangka panjang di bidang politik diperlukan semangat kecintaan kepada bangsa, kebersamaan dan persaudaraan yang dapat menumbuhkan harapan-harapan pencerahan bagi bangsa untuk membangun Indonesia baru atau Indonesia yang lebih baik, maka dimanakah para pemuda atau generasi muda mengambil peran dalam situasi bangsa seperti ini.
Peran serta generasi muda dalam pembangunan
Di saat kondisi bangsa seperti saat ini peranan pemuda atau generasi muda sebagai pilar, penggerak dan pengawal jalannya reformasi dan pembangunan sangat diharapkan. Dengan organisasi dan jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran yang lebih besar untuk mengawal jalannya reformasi dan pembangunan.
Permasalahan yang dihadapi saat ini justru banyak generasi muda atau pemuda yang mengalami disorientasi, dislokasi dan terlibat pada kepentingan politik praktis. Seharusnya melalui generasi muda atau pemuda terlahir inspirasi untuk mengatasi berbagai kondisi dan permasalahan yang yang ada. Pemuda atau generasi muda yang mendominasi populasi penduduk Indonesia saat ini mesti mengambil peran sentral dalam berbagai bidang untuk kemajuan antara lain:
Pertama, saatnya pemuda menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan. Pemuda harus meletakkan cita-cita dan masa depan bangsa pada cita cita perjuangannya. Pemuda atau generasi muda yang relatif bersih dari berbagai kepentingan harus menjadi asset yang potensial dan mahal untuk kejayaan dimasa depan. Saatnya pemuda memimpin perubahan.
Pemuda atau generasi muda yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda memiliki prasyarat awal untuk memimpin perubahan. Mereka memahami dengan baik kondisi daerahnya dari berbagai sudut pandang. Kemudian proses kaderisasi formal dan informal dalam organisasi serta interaksi kuat dengan berbagai lapisan sosial termasuk dengan elit penguasa akan menjadi pengalaman (experience) dan ilmu berharga untuk mengusung perubahan.
Kedua, pemuda harus bersatu dalam kepentingan yang sama (common interest) untuk suatu kemajuan dan perubahan. Tidak ada yang bisa menghalangi perubahan yang diusung oleh kekuatan generasi muda atau pemuda, sepanjang moral dan semangat juang tidak luntur.
Namun bersatunya pemuda dalam satu perjuangan bukanlah persoalan mudah. Dibutuhkan syarat minimal agar pemuda dapat berkumpul dalam satu kepentingan. Pertama, syarat dasar moral perjuangan harus terpenuhi, yakni terbebas dari kepentingan pribadi dan perilaku moral kepentingan suatu kelompok. Kedua, kesamaan agenda perjuangan secara umum Ketiga, terlepasnya unsur-unsur primordialisme dalam perjuangan bersama, sesuatu yang sensitive dalam kebersamaan.
Ketiga, mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme dikalangan generasi muda atau pemuda akan mengangkat moral perjuangan pemuda atau generasi muda. Nasionalisme adalah kunci integritas suatu negara atau bangsa. Visi reformasi seperti pemberantasan KKN, amandeman konstitusi, otonomi daerah, budaya demokrasi yang wajar dan egaliter seharusnya juga dapat memacu dan memicu semangat pemuda atau generasi muda untuk memulai setting agenda perubahan.
Keempat, menguatkan semangat nasionalisme tanpa harus meninggalkan jatidiri daerah. Semangat kebangsaan diperlukan sebagai identitas dan kebanggaan, sementara jatidiri daerah akan menguatkan komitmen untuk membangun dan mengembangkan daerah. Keduanya diperlukan agar anak bangsa tidak tercerabut dari akar budaya dan sejarahnya.
Kelima, perlunya kesepahaman bagi pemuda atau generasi muda dalam melaksanakan agenda-agenda Pembangunan. Energi pemuda yang bersatu cukup untuk mendorong terwujudnya perubahan. Sesuai karakter pemuda yang memiliki kekuatan (fisik), kecerdasan (fikir), dan ketinggian moral, serta kecepatan belajar atas berbagai peristiwa yang dapat mendukung akselerasi perubahan.
Keenam, pemuda menjadi aktor untuk terwujudnya demokrasi politik dan ekonomi yang sebenarnya. Tidak dapat dihindari bahwa politik dan ekonomi masih menjadi bidang eksklusif bagi sebagian orang termasuk generasi muda. Pemuda harus menyadari , bahwa sumber daya (resource) negeri ini sebagai aset yang harus dipertahankan, tidak terjebak dalam konspirasi ekonomi kapitalis.
Ketujuh, secara khusus peranan pemuda di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung seharusnya lebih berorientasi kepada upaya membangun kualitas sumber daya manusia dan upaya menjaga kualitas sumber daya alam Bangka Belitung agar tetap dapat mempunyai daya dukung bagi pembangunan Bangka Belitung dasawarsa kedepan dan untuk persiapan bagi generasi mendatang.
Sebagai suatu propinsi yang baru menginjak usia delapan tahun banyak hal yang harus diperbuat, diperjuangkan dan ditingkatkan agar propinsi ini dapat sejajar serta dapat mengejar ketertinggalan dengan propinsi lainnya di Indonesia.
Isu aktual tentang kerusakan lingkungan di Bangka Belitung hendaknya menjadi perhatian serius dan utama mengingat eksploitasi terhadap biji timah yang sudah dimulai sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam pada tahun 1710, kemudian dilanjutkan oleh bangsa asing kulit putih yaitu bangsa Inggris tahun 1812 dan bangsa Belanda sejak tahun 1814 hingga kemerdekaan, kemudian dilanjutkan eksploitasinya oleh perusahaan Timah milik negara dan sekarang malah dieksploitasi secara bebas dan besar-besaran oleh rakyat tanpa memperhatikan aturan-aturan dan kelestarian lingkungan, akan berakibat pada kerusakan dan kehancuran.
Dalam posisi inilah harusnya pemuda atau generasi muda dapat berperan menghentikan kerusakan dan mengajukan alternatif solusi yang cerdas bagi penyelesaiannya dan terutama sekali solusi terbaik bagi penghidupan rakyat pasca timah. Saat ini suara, pemikiran dan tindakan nyata dari generasi muda atau pemuda, mahasiswa, akademisi atau dari golongan elite terpelajar nyaris tak terdengar, sebetulnya banyak kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang perlu dikritisi secara arif.
Kedelapan, pemuda atau generasi muda harus dapat memainkan perannya sebagai kelompok penekan atau pressure group agar kebijakan-kebijakan strategis daerah memang harus betul-betul mengakar bagi kepentingan dan kemashlatan umat.
Dari pandangan mengenai pemuda tersebut, diharapkan para pemuda dapat membuka mata dan beranjak dari ”tidur panjang” dan kini saatnya pemuda membangun daerah sesuai kapasitasnya, sehingga akan terwujud kehidupan masyarakat yang lebih baik dan yang menjadi harapan masyarakat secara bersama.
(disadur dari julianto)
Diposting oleh
my blogger
di
01.37
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)



